SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan keberangkatan calon jamaah haji (CJH)  sebanyak 218 orang ke tanah suci dipastikan berjalan lancar. 

Kepala Kantor Kemenag Kotim, Nur Widiantoro, memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis akan dimaksimalkan untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan ibadah para jemaah.

"Kami bersama pemerintah daerah juga telah menggelar rapat terkait keberangkatan calon haji ini. Karena kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari keberangkatan dari Sampit ke Embarkasi Banjarmasin, baik itu perjalanan darat maupun perjalanan udara, hingga kedatangan di Arab Saudi, berjalan sesuai standar pelayanan terbaik," katanya, Minggu, 11 Mei 2025.

Ia menyebutkan sebanyak 218 jemaah haji asal Kotim akan berangkat ke Tanah Suci. Rencananya CJH dari Sampit menuju Embarkasi Banjarmasin Kalimantan Selatan menggunakan pesawat yang difasilitasi pemda yaitu maskapai Nam Air tipe Boeing 737-500.

“Untuk penerbangan dari Sampit ke Embarkasi Banjarmasin nantinya akan dilakukan dua trip, namun nama-nama untuk trip pertama dan kedua masih proses penyusunan,” ujarnya.

--page

Ia menyebutkan berdasarkan hasil rapat bersama pemerintah daerah menetapkan, trip pertama akan berangkat Rabu, 14 Mei 2025 pukul 08.15 WIB, dan trip kedua pukul 11.05 WIB. 

"Pengiriman koper besar jemaah akan dilakukan lebih awal, Senin, 12 Mei 2025 pukul 09.00 WIB, menggunakan truk menuju Embarkasi Banjarmasin.  Pelepasan jemaah haji akan dilaksanakan Selasa, 13 Mei 2025 pukul 13.00 WIB di Aula Islamic Center Sampit," terangnya. 

Diketahui sebelumnya, Kantor Kemenag Kotim juga telah menyiapkan sekitar 5 persen peserta cadangan yang siap diberangkatkan jika ada calon haji yang harus batal berangkat karena sakit atau sebab lain.

Seperti pernah terjadi, ada calon haji yang sakit dan tidak bisa disembuhkan dalam waktu singkat sehingga harus diganti oleh cadangan. Untuk itulah, peserta cadangan juga mengikuti manasik haji sehingga mereka sudah siap jika mendadak diminta menjadi pengganti untuk diberangkatkan. (DEVIANA/y)