BORNEONEWS, Sampit - Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kotawaringin Timur (Kotim) Nur Widiantoro menyebutkan ada empat orang jemaah calon haji (JCH) lansia beresiko tinggi sehingga perlunya fasilitas tambahan seperti kursi roda.
"Calon haji kita sudah siap diberangkatkan ke tanah suci. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan manasik haji, mereka akan dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah pada Selasa 13 Mei 2025," katanya, Minggu, 11 Mei 2025.
Ia mengungkapkan ada 218 jemaah asal Kotim yang siap diberangkatkan. Dari jumlah tersebut empat jemaah lansia dengan risiko tinggi dalam rombongan tahun ini.
"Mereka akan difasilitasi dengan kursi roda. Namun kami juga melakukan antisipasi, tidak hanya empat, kami telah menyiapkan tambahan empat kursi roda cadangan, sehingga totalnya menjadi delapan kursi roda, " sebutnya.
Selain itu, terdapat dua calon haji yang merupakan penyandang disabilitas. Mereka juga akan mendapat prioritas dalam pendampingan agar bisa menjalankan ibadah haji dengan aman, lancar dan nyaman.
--page
"Mereka mampu tapi harus dengan pendampingan. Ini ada di program Kementerian Agama yakni pendampingan disabilitas dan lansia. Ada keluarganya yang berangkat juga jadi pendampingnya," ujar Nur Widiantoro.
Diketahui, pada Rabu (14/5) pagi, jemaah akan diterbangkan dari Bandara Haji Asan Sampit menuju Embarkasi Syamsudin Noor Kalimantan Selatan. Rencana keberangkatan calon haji dari Bandara H. Asan Sampit ke Embarkasi Banjarmasin akan dibagi menjadi dua trip. Pertama akan berangkat pukul 08.15 WIB, dan trip kedua pukul 11.05 WIB.
Sementara untuk pengiriman koper besar jemaah akan dilakukan lebih awal, Senin, 12 Mei 2025 pukul 09.00 WIB, menggunakan truk menuju Embarkasi Banjarmasin. (DEVIANA/Y)









