BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan jatuh pada bulan Juni 2025, Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainudin, mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat untuk memperketat pengawasan terhadap masuknya hewan kurban, khususnya sapi, ke wilayah Kotim.
Menurut Zainudin, arus masuk sapi dari luar daerah seperti Sulawesi, Pulau Jawa, dan lainnya harus diawasi ketat. Ia menekankan pentingnya seleksi ketat terhadap hewan kurban, terutama dari segi asal usul dan kondisi kesehatan sapi, guna memastikan hewan tersebut bebas dari penyakit berbahaya seperti penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Kami meminta agar dinas terkait memastikan bahwa setiap sapi yang masuk ke Kotim telah melalui proses karantina dan mendapatkan suntikan vaksin. Ini penting untuk mencegah penularan penyakit yang bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen,” ujar Zainudin, Senin, 12 Mei 2025.
Ia menambahkan, kedatanyan pasokan hewan kurban dari daerah lain tak dapat dicegah. Sehingga pengawasan dari pemerintah daerah tetap harus dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat yang akan mengonsumsi daging kurban. Hal ini juga sebagai langkah preventif untuk menghindari dampak ekonomi dan kesehatan dari penyebaran penyakit hewan.
Zainudin mengakui, saat ini Kotim masih sangat bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah karena kemampuan peternakan lokal yang belum maksimal. Oleh karena itu, pengawasan dan kontrol kualitas menjadi hal yang sangat penting dilakukan secara konsisten.
“Masyarakat juga kami imbau untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban, serta memastikan bahwa sapi yang dibeli telah diperiksa kesehatannya dan layak untuk dikurbankan,” pungkasnya.
DPRD Kotim berharap dengan adanya langkah pengawasan yang ketat, pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat, serta tidak menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan masyarakat. (DEWI PATMALASARI/H)









