BORNEONEWS, Sampit – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) didorong aktif berdonor darah sebagai bentuk kepedulianterhadap pasien thalasemia di RSUD dr Murjani Sampit. Sebab kebutuhan darah bagi pasien thalasemia di RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus meningkat setiap bulannya.
Hal ini seiring dengan tingginya frekuensi transfusi darah yang harus dijalani pasien, membuat stok darah di rumah sakit kerap menipis.
“Mari kita tingkatkan rasa kepedulian dan kemanusiaan kita dengan berdonor darah. Satu pendonor dapat menyelamatkan tiga nyawa. Kalau bukan kita, siapa lagi yang membantu mereka mendapatkan darah,” kata Pemerhati sosial Nugroho Kuncoro Yudho, Senin, 12 Mei 2025.
Ia menjelaskan, penderita thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin, setiap satu hingga dua minggu sekali, dengan jumlah satu hingga tiga kantong darah setiap kali transfusi. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan darah di rumah sakit terus bertambah, sementara ketersediaan tidak selalu mencukupi.
“Ada pasien yang harus transfusi tiap minggu. Mereka sangat bergantung pada pasokan darah yang stabil,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim.
Sebagai bentuk kepedulian, Nugroho menyampaikan apresiasi kepada para pendonor yang telah aktif menyumbangkan darah secara sukarela. “Terima kasih kepada semua pendonor sukarela. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan bagi pasien-pasien yang sangat membutuhkan,” tambahnya.
RSUD dr. Murjani Sampit sendiri terus berupaya memenuhi kebutuhan darah pasien thalasemia dengan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kotim. Namun, Nugroho menegaskan, partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mencukupi kebutuhan darah, tak hanya untuk thalasemia tetapi juga pasien kecelakaan, ibu melahirkan, dan pasien operasi.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat tergerak untuk menjadi pendonor darah rutin. Ini sangat penting,” ujarnya.
Selain membantu pasien, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya, seperti memperbarui sel darah merah, menjaga kesehatan jantung, dan deteksi dini penyakit.
“Donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga menyehatkan tubuh pendonornya,” jelas Nugroho.
Ia mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan. “Setetes darah kita sangat berarti. Mari jadikan donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









