BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) meresmikan Pojok Rupiah di Museum Balanga Palangka Raya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Yuliansyah Andrias, mengatakan pemilihan Museum Balanga sebagai lokasi Pojok Rupiah dilakukan agar nilai sejarah dan edukasi tentang rupiah dapat lebih melekat dan tidak terlepas dari akar budaya lokal.
Museum Balanga merupakan ikon sejarah dan budaya yang strategis untuk memperkenalkan peran Bank Indonesia serta perjalanan rupiah sebagai simbol negara.
Melalui Pojok Rupiah masyarakat dapat mempelajari lebih dalam tentang sejarah rupiah, ciri-ciri keaslian, hingga peran strategis rupiah dalam perekonomian nasional.
"Kami ingin menegaskan bahwa memperkenalkan rupiah kepada masyarakat tidak harus menghilangkan aspek sejarah dan budaya. Justru dengan menempatkan Pojok Rupiah di Museum Balanga, masyarakat bisa belajar tentang rupiah sekaligus mengenal budaya dan sejarah daerah," ujar Yuliansyah, Senin 12 Mei 2025.
Yuliansyah berharap Pojok Rupiah di Museum Balanga menjadi sarana edukasi yang menarik bagi generasi muda, serta menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran Bank Indonesia dan pentingnya penggunaan rupiah secara bijak.
Museum Balanga Palangka Raya menjadi lokasi strategis untuk mengajak masyarakat lebih mengenal rupiah, sebagai simbol kedaulatan negara.
"Keberadaan Pojok Rupiah ini menjadi langkah strategis BI untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal lebih dekat sejarah uang, khususnya rupiah, sebagai simbol kedaulatan bangsa," Pungkasnya. (MARINI/R)









