BORNEONEWS, Sampit – Ketua Panitia Smansa Marching Day 2025, Adelia Almira, memberikan klarifikasi terkait kesalahan pengumuman pemenang lomba konser kreasi tingkat TK/RA yang sempat menimbulkan polemik di kalangan peserta.
Dalam pernyataannya, Adelia menegaskan acara Smansa Marching Day merupakan inisiatif alumni SMA Negeri 1 Sampit, khususnya dari komunitas Gita Swara Smansa.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi bakat siswa dari tingkat TK/RA, SD, SMP/MTs hingga SMA/MA dalam bidang musik drumband dan marching band, sekaligus mempererat silaturahmi antar sekolah,” kata Adelia, Senin, 12 Mei 2025.
Ia menambahkan, Smansa Marching Day bukan bagian dari perayaan ulang tahun SMA Negeri 1 Sampit dan sekolah hanya memberikan izin, bukan sebagai penyelenggara. Seluruh pembiayaan pun bersumber dari pendaftaran peserta, tiket masuk, dan sponsor.
Adelia mengakui adanya kesalahan fatal dalam penyebutan pemenang pada lomba konser kreasi TK/RA yang diumumkan pada 11 Mei 2025. Kesalahan tersebut terjadi karena data penilaian kategori individu seperti ‘Best Costume’ keliru dibacakan sebagai hasil lomba konser TK/RA.
Data Penilaian Sebenarnya:
Kategori Best Costume TK/RA:
Juara 1: TK Perwanida – 93,5
Juara 2: RA Nurul Iman – 93
Juara 3: RA Melati – 87
Juara 4: TK Bhayangkari – 86,5
Juara 5: TK Baiturrahim – 83
Kategori Konser Kreasi TK/RA:
Juara 1: TK Bhayangkari – 83,95
Juara 2: RA Perwanida – 83,28
Juara 3: RA Nurul Iman – 82,33
Juara 4: TK Baiturrahim – 78,30
Juara 5: RA Melati – 78,15
“Di sini saya ingin menyampaikan dibalik semua yang ada ini murni kesalahan panitia dalam perekapan sang juara bukan ada campur tangan lain atau kecurangan,” ujarnya.
Terkait tanda tangan rekapitulasi penilaian tertera 10 Mei 2025 sementara lomba konser kreasi 11 mei 2025 ia menyebut itu kekurangan dan kesalahan panitia.
"Kami mengakui karena saya pun kemarin menghadapi para perwakilan dari sekolah-sekolah yang mengajukan protesnya. Jadi saya memahami adanya kekecewaan dan kekurangan kami. Itu bentuk kesalahan kami yang kami sadari, itu hal kecil yang bisa menjadi pertanyaan besar. Kami mengakui bahwa kesalahan kami karena kurang teliti lagi," tambahnya.
Sebagai solusi, panitia akan memberikan dua piala juara dengan ukuran, piagam, dan uang pembinaan yang sama kepada sekolah terkait. Panitia juga akan mengunjungi sekolah-sekolah yang terdampak untuk menjelaskan langsung dan menyampaikan permintaan maaf.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak SMA Negeri 1 Sampit yang sempat ikut terseret dalam polemik ini.
"Saya selaku ketua panitia mengaku bersalah kami mengaku bahwa semua itu keteledoran kami. Tetapi di sini kami juga manusia, kami paham sekali bahwa kesalahan itu adalah kesalahan yang besar dan fatal. Tentunya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami karena kata orang pengalaman adalah guru terbesar untuk kita agar lebih baik kedepannya. Sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya terutama kepada SMAN 1 Sampit yang sudah ikut terbawa," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









