BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan bahwa secara spasial, perekonomian di wilayah Kalimantan pada triwulan I-2025 masih didominasi oleh Kalimantan Timur. Provinsi ini memberikan kontribusi sebesar 46,99 persen terhadap total perekonomian Kalimantan, menjadikannya sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Sementara itu, Provinsi Kalimantan Tengah berada di posisi keempat dengan kontribusi sebesar 12,52 persen. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa meskipun tidak menjadi yang terbesar, Kalimantan Tengah masih menunjukkan peran yang cukup signifikan dalam struktur ekonomi regional.
“Perekonomian Kalimantan masih sangat bergantung pada sektor-sektor unggulan di setiap provinsi. Kontribusi terbesar Kalimantan Timur mencerminkan dominasi industri ekstraktif dan energi, sedangkan Kalimantan Tengah terus memperkuat sektor-sektor strategis untuk meningkatkan daya saing,” kata Agnes pada Selasa, 13 Mei 2025.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi di Kalimantan Tengah guna meningkatkan kontribusi provinsi terhadap perekonomian regional. Langkah ini dapat dilakukan melalui penguatan industri pengolahan, pengembangan agribisnis, dan peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.
BPS Kalteng juga mencatat bahwa meskipun posisi Kalimantan Tengah berada di urutan keempat, pertumbuhan dan inovasi di berbagai sektor tetap menjadi prioritas untuk memastikan keberlanjutan ekonomi daerah.
“Kami berharap berbagai kebijakan yang diterapkan dapat meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak investasi di Kalimantan Tengah,” tambah Agnes.
Dengan demikian, koordinasi dan sinergi antarprovinsi di Kalimantan menjadi kunci dalam mendorong perekonomian regional agar lebih seimbang dan berdaya saing di tingkat nasional.
“Setiap provinsi memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh, dan kerja sama yang solid akan membantu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/j)









