BORNEONEWS, Katingan - Puluhan anggota Polres Katingan dibantu Polsek Katingan Hilir sejak pukul 09.00 WIB, Kamis (13/10/2016) tampak berjaga-jaga di kantor Bupati Katingan, di Kasongan. Mereka berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam rencana demo damai warga dari wilayah Kecamatan Katingan Tengah.
"Rencananya siang hari ini akan ada puluhan warga, menyampaikan uneg-unegnya kepada pemerintah daerah setempat. Ya, rencananya akan ada aksi di Kantor Bupati Katingan, makanya kita kerahkan personil untuk pengamanan," kata Kapolres Katingan, AKBP Tato Pamungkas Suyono kepada Borneonews di lokasi, Kamis (13/10/2016).
Kapolres menyebutkan, perwakilan warga Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, sudah melapor atau meminta izin kepada pihak Polres Katingan terkait rencana aksi hari ini.
Sementara itu menurut pantauan Borneonews di Kantor Bupati Katingan, sekitar 50-an anggota Polres Katingan dan Polsek Katingan Hilir tampak berjaga di halaman kantor bupati setempat.
Sementara itu hingga berita ini ditulis warga Tumbang Kalemei Kecamatan Katingan Tengah yang bakal mendemo kantor bupati belum tiba di tempat sesuai rencana awal.
Informasinya warga Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah itu menggelar aksi damai untuk mempertanyakan dua perusahaan di wilayah tersebut, yakni PT Karya Dwi Putra (KDP) yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan PT Katingan Bumi Kencana (KBK) yang bergerak di bidang tambang emas.
Dari informasi yang berkembang warga meminta agar pemerintah tidak memperpanjang izin operasi PT KDP.
Sementara untuk PT KBK warga keberatan dengan limbah perusahaan yang dibuang ke sungai, dan meminta pemerintah tidak memperpanjang izin kontrak karya perusahaan ini. (ABDUL GOFUR/N).








