BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia memiliki fungsi sosial yang sangat signifikan. Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, salah satu multifungsi pertanian yang melekat pada sektor ini adalah kontribusinya dalam pembangunan pedesaan, penyerapan tenaga kerja, dan pengurangan kemiskinan.
"Industri sawit tidak hanya berdampak di tingkat desa tetapi juga berkontribusi pada ekonomi daerah, nasional, bahkan global," kata Eddy dalam rilisnya pada Selasa, 13 Mei 2025.
Sebagai sektor industri yang padat karya dan berbasis pada sumber daya lokal, industri sawit terus mengalami pertumbuhan yang diiringi dengan peningkatan jumlah tenaga kerja yang terserap. Berdasarkan data yang dikemukakan oleh PASPI (2025), sektor perkebunan kelapa sawit memiliki indeks multiplier tenaga kerja sebesar 2,6. Artinya, setiap pekerja yang terserap dalam industri ini turut menciptakan peluang kerja lainnya dalam perekonomian nasional.
Lebih lanjut, perkebunan kelapa sawit memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat pedesaan, baik sebagai petani sawit maupun karyawan perusahaan perkebunan.
"Industri ini secara langsung menyerap tenaga kerja, tidak hanya di kawasan pedesaan tetapi juga di perkotaan, sehingga memberikan dampak sosial yang luas," tambah Eddy.
Selain itu, tenaga kerja pedesaan juga terserap dalam sektor ekonomi lain yang memiliki keterkaitan dengan industri sawit, seperti perdagangan, transportasi, dan sektor makanan-minuman.
Menurut PASPI (2014), pertumbuhan industri sawit berkontribusi pada peningkatan tenaga kerja dalam berbagai sektor terkait. Data menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit mampu menciptakan kesempatan kerja sebesar 2,6 kali dari jumlah tenaga kerja yang terserap langsung. Hal ini menjadikan industri sawit sebagai salah satu sektor strategis dalam perekonomian nasional.
Selain dampak sosialnya, industri sawit juga berperan dalam mendukung keberlanjutan ekonomi lokal. Eddy Abdurrahman menegaskan bahwa pengembangan industri kelapa sawit harus terus didorong dengan kebijakan yang mendukung kesejahteraan tenaga kerja dan meningkatkan daya saing global.
"Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa sektor perkebunan ini tetap memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ujarnya.
Dengan kontribusi yang begitu besar terhadap ketenagakerjaan dan ekonomi nasional, industri perkebunan kelapa sawit tetap menjadi salah satu sektor yang krusial bagi Indonesia. Ke depan, diharapkan kebijakan yang lebih inklusif dapat semakin memperkuat dampak sosial yang telah dihasilkan oleh industri ini. (TESTI PRISCILLA/j)









