BORNEONEWS, Sampit – Dalam rangka mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, Perumdam Tirta Mentaya terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan air minum aman di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Air minum aman tidak hanya soal kualitas, tetapi juga kuantitas dan kontinuitas. Ini menjadi target nasional dalam RPJMN untuk mendukung SDGs, yaitu 100 persen air minum layak pada tahun 2030,” kata Plt Direktur Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, Selasa, 13 Mei 2025.
Hal ini disampaikannya setelah sharing session membahas Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) dengan Perumda Tugu Tirta Malang beberapa waktu lalu.
Lanjutnya, pihaknya telah melaksanakan in house training selama lima hari. Pelatihan tersebut difokuskan pada pengelolaan air minum dari hulu hingga hilir, demi memastikan air yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas sebagaimana diamanatkan dalam Permenkes 2023.
Saat ini cakupan layanan air minum Perumdam Tirta Mentaya baru menjangkau sekitar 23 persen dari total jumlah penduduk Kotim. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat luas wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang tersebar.
“Kami menyadari tidak mudah mencapai target 100 persen hingga 2030, terutama melihat luas wilayah yang jauh lebih besar dibanding kepadatan penduduknya. Namun, bagi masyarakat yang sudah terlayani, kami pastikan kualitas air sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Dalam lima tahun terakhir, kapasitas produksi air Perumdam Tirta Mentaya mengalami lonjakan signifikan dari 180 liter per detik menjadi 859 liter per detik berkat kerja sama dengan pihak swasta. Meski begitu, saat ini baru 540 liter per detik yang dimanfaatkan.
“Dari sisi kapasitas produksi, kami sebenarnya sudah siap mendukung target SDGs untuk kawasan perkotaan. Tinggal bagaimana kami memperluas jaringan distribusi agar masyarakat di wilayah belum terlayani juga bisa mendapatkan air minum aman,” tambahnya.
Perluasan jaringan perpipaan menjadi pekerjaan rumah besar bagi Perumdam Tirta Mentaya. Untuk itu, Edy mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat bersinergi meningkatkan cakupan layanan air minum di Kotim.
"Ini menjadi PR bagi kita semua untuk bahu-membahu meningkatkan cakupan pelayanan air aman," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









