BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sebanyak 87 Jamaah Calon Haji (JCH) Plus dari PT Najah Hurrahman resmi diberangkatkan hari ini, Selasa, 13 Mei 2025.
Para jamaah terlebih dahulu bertolak dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun menuju Jakarta. Kemudian malam nanti melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Suasana haru menyelimuti proses pelepasan jemaah yang mayoritas berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Keluarga tampak mengiringi kepergian mereka dengan doa dan tangis haru.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Kepala Kemenag Kobar, H. Taufiq Alamsyah dan didampingi oleh Direktur PT. Najah Hurrahman dan jajaran.
H. Taufiq Alamsyah menyampaikan, bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Laporan dari tim medis menyebutkan bahwa jamaah dalam kondisi sehat semua. Alhamdulillah siap berangkat,” ujar Taufiq Alamsyah.
--page
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh PT. Najah Hurrahman. “Pelayanannya sejauh ini berjalan lancar. Semoga ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi, dan jumlah jamaah juga semakin bertambah,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur PT. Najah Hurrahman, H. Muhammad Rakhman Ebol, menjelaskan bahwa seluruh jamaah yang diberangkatkan adalah jamaah resmi dan telah melalui proses sesuai ketentuan Kementerian Agama.
“Semua jamaah resmi, antriannya juga resmi. Visanya sudah keluar sejak dua hingga tiga minggu lalu. Persiapannya lengkap dan sesuai aturan,” kata Rakhman.
Ia menambahkan bahwa visa haji plus hanya bisa diterbitkan apabila semua komponen layanan telah memenuhi syarat, termasuk hotel, tenda, dan penginapan berbintang lima.
Lebih lanjut, Rakhman menjelaskan perbedaan mendasar antara haji reguler dan haji plus. “Kalau daftar haji reguler hari ini, kemungkinan berangkat bisa 25 tahun lagi. Tapi kalau haji plus, bisa berangkat dalam 6 sampai 7 tahun,” jelasnya.
Selain dari segi waktu tunggu, perbedaan lainnya juga terletak pada biaya dan fasilitas. Haji reguler rata-rata memakan biaya sekitar Rp50 juta, sedangkan haji plus mencapai sekitar Rp250 juta.
“Yang membedakan juga dari segi penerbangan, makanan, hotel, hingga tenda. Komponen paling mahal dalam haji itu adalah tenda, baik di Arafah maupun Mina,” ujarnya.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji tetap sama, baik reguler maupun plus. Perbedaannya hanya terletak pada penyelenggaraannya, di mana haji plus diatur oleh pihak swasta, sementara haji reguler oleh pemerintah.
“Sebagai penyelenggara swasta, kami berusaha membuat rangkaian perjalanan jamaah senyaman dan sebaik mungkin. Contohnya hari ini, jamaah kita berangkatkan ke Jakarta, kemudian malam nanti dengan pesawat Saudi Arabia langsung ke Madinah,” pungkasnya. (DANANG/Y)









