BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menggelar rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dilaksanakan di GPU Damang Batu Kuala Kurun, Rabu, 14 Mei 2025.
"Rapat koordinasi TPPS ini penting sebagai penataan kegiatan dan penganggaran dalam rangka mendorong pencegahan dan percepatan penurunan stunting," kata Wakil Bupati Gunung Mas yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Gunung Mas Efrensia L.P Umbing, Rabu, 14 Mei 2025.
Dia melanjutkan diperlukannya kerja sama, kolaborasi dan sinergitas berbagai pihak untuk menyukseskan kegiatan intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunung Mas.
Harapannya dengan kolaborasi pencegahan dan percepatan penutunan stunting di Kabupaten Gunung Mas bisa turut membangun sumber daya manusia yang cerdas, sehat dan berdaya saing untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Gunung Mas Rina Sari menjelaskan bahwa kegiatan rakor TPPS ini dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan aksi konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) dilalukan bersama-sama antar perangkat daerah penanggung jawab dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat.
"Kemudian untuk penyelarasan target kinerja dan target layanan intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting," kata Rina Sari.
Kemudian Rina menjelaskan, selain rakor TPPS, dilaksanakan pula penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama camat dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Dalam komitmen bersama ini disepakati bersama terkait rencana kegiatan intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting terintegrasi.
"Usai melakukan penandatanganan komitmen bersama, dilaksanakan pula pelatihan operasional Web eMonev Ditjen Bina Bangda dan Analisis Situasi," ucap Rina.
Rina berharap melalui kegiatan tersebut bisa meningkatkan kapasitas operator Web Bina Bangda serta terlaksananya analisis situasi tahun 2025. (RISKA YULYANA/R)









