BORNEONEWS, Sampit - Siti Fauziah yang merupakan petahana kembali memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotawaringin Timur (Kotim) masa bakti 2025-2028.
Dirinya menang telak dalam konferensi PWI Kotim dengan total 38 suara, dari penantangnya Rusliadi yang memperoleh 11 suara.
"Saya bersyukur karena ternyata hari ini saya masih diberikan kepercayaan dan amanah oleh kawan-kawan untuk menjabat kembali sebagai ketua PWI Kotim masa bakti 2025-2028," kata Siti Fauziah, Rabu, 14 Mei 2025.
Periode berikutnya, dirinya ingin menjadikan PWI Kotim menjadi organisasi yang lebih baik. Ia berkomitmen membuat anggota lebih profesional dengan sering melaksanakan kegiatan baik pelatihan maupun uji kompetensi.
"Kita akan terus memfasilitasi teman-teman dan yang pasti apabila ada masalah dengan teman-teman di lapangan harapannya juga saya akan bisa membantu. Dengan catatan kawan-kawan semua selalu menjalankan tugas sesuai dengan kode etik jurnalistik," ujarnya.
Ia berharap wartawan yang tergabung di PWI Kotim selalu menjaga etik jurnalistik dan selalu menjaga sikap yang baik juga dengan narasumber.
"Mencari berita-berita yang benar, membantu juga meluruskan Apabila ada berita-berita hoaks," tambahnya.
Ia mengajak seluruh wartawan tidak menyerah dengan era digital. Siti percaya wartawan tetap menjadi pilihan masyarakat sebagai pemberi berita yang lebih bertanggung jawab daripada pihak-pihak yang bukan jurnalis.
Sementara itu, Rusliadi, mengatakan dirinya menerima kekalahan dan berharap PWI Kotim semakin baik di bawah kepemimpinan periode kedua Siti Fauziah.
"Mudah-mudahan PWI ke depan dibawah kepimpinan 2 periode bisa mengakomodir apa yang sudah kita sampaikan dalam visi misi tadi. Terkait dengan visi misi yang sudah saya sampaikan saya harap juga dapat diakomodir," tandas Rusli.
Sebelumnya ada 5 kandidat yang mendaftarkan diri yaitu Siti Fauziah, Pujo Darmanto, Dody Rafliansyah, Fathurrachman, dan Rusliadi, namun dalam konferensi PWI Kotim 3 calon mengundurkan diri.
Dari total 50 suara, Siti Fauziah memperoleh 38 suara, Rusliadi 11 suara dan 1 suara tidak sah. (DEWI PATMALASARI/R)








