PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa perusahaan perkebunan kelapa sawit memiliki komitmen kuat dalam memenuhi dan melindungi hak-hak pekerja perempuan. Komitmen ini tercermin dalam tingginya tingkat kepuasan kerja pekerja perempuan yang bekerja di sektor tersebut.

"Menurut berbagai penelitian, kepuasan kerja yang tinggi di kalangan pekerja perempuan tidak lepas dari adanya kompensasi dan insentif ekonomi yang memadai. Selain itu, pemenuhan kebutuhan dasar seperti cuti haid, cuti melahirkan, dan hak-hak lainnya menjadi faktor penting yang meningkatkan kesejahteraan mereka," kata Eddy dalam rilisnya pada Rabu, 14 Mei 2025.

Eddy Abdurrahman menekankan bahwa perusahaan perkebunan kelapa sawit juga berupaya menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi. Perlakuan yang setara antara pekerja laki-laki dan perempuan, serta pemberian fasilitas layanan kesehatan dan keselamatan, turut menjadi faktor penentu kesejahteraan pekerja perempuan.

"Dalam beberapa studi terdahulu, pekerja perempuan di perusahaan perkebunan kelapa sawit dilaporkan memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja laki-laki," katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan dan perlindungan yang diberikan perusahaan berdampak positif terhadap produktivitas mereka.Pekerja perempuan yang merasa dihargai dan terlindungi dalam lingkungan kerja tidak hanya lebih produktif tetapi juga cenderung memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. Oleh karena itu, investasi dalam kebijakan kesejahteraan pekerja perempuan menjadi bagian integral dari strategi keberlanjutan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Eddy Abdurrahman menegaskan bahwa tingkat kepuasan kerja pekerja perempuan yang relatif tinggi tidak akan terwujud jika masih terdapat diskriminasi gender dan pelanggaran hak-hak pekerja. Oleh karena itu, BPDP terus mendorong perusahaan untuk menerapkan standar ketenagakerjaan yang lebih baik demi menciptakan industri sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)