KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Wakil Bupati Gunung Mas Efrensia L.P Umbing meninjau lokasi sementara yang akan dijadikan program sekolah rakyat, Rabu, 14 Mei 2025. Lokasi tersebut yakni di eks gedung Pengadian Agama Kuala Kurun.

"Kami meninjau calon lokasi sekolah rakyat sementara. Kenapa sementara, karena Pak Presiden akan membuka 100 sekolah rakyat se-Indonesia tahap pertama pada Bulan Juli 2025. Kabupaten Gunung Mas ingin ambil bagian dari program Sekolah Rakyat itu, syaratnya kita harus menyediakan tempat sementara untuk membuka minimal empat kelas," kata Efrensia, Rabu, 14 Mei 2025.

Efrensia melanjutkan, pada lokasi sekolah rakyat sementara ini akan terdiri dari asrama, empat ruang kelas, toilet dan fasilitas pendukung lainnya untuk kehidupan siswa di asrama.

Dalam satu kelas kata Efrensia akan diisi sebanyak 25 siswa jadi jadi satu sekolah rakyat ada 100 peserta didik.

Sedangkan untuk peserta didiknya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Nantinya, bagi peserta didik pada sekolah rakyat yang memiliki rumah tidak layak huni, maka akan mendapatkan bantuan renovasi rumah dan orangtuanya akan mendapatkan bantuan usaha.

Sedangkan Pemkab Gunung Mas sudah mempersiapkan lokasi dengan luas kurang lebih 11 hektare untuk dibangun sekolah rakyat yang lokasinya di Desa Tumbang Tambirah Kecamatan Kurun.

"Lokasi yang permanen sudah kami siapkan lahan kurang lebih 11 hektare. Menunggu dibangun, sekolah rakyat akan dilaksanakan di tempat sementara ini. Mudah-mudahan kita bisa berpartisipasi dalam program sekolah rakyat," elas Efrensia.

"Kita hanya memberikan lahan kepada pihak Kemensos, supaya mereka pemerintah pusat bisa membangun Sekolah Rakyat dan rakyat kita menikmatinya, itu yang kita inginkan," imbuhnya. (RISKA YULYANA/j)