PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, secara resmi membuka Lokakarya Cerita Anak 2025 pada Rabu, 14 Mei 2025. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara luring, lokakarya kali ini mengadopsi konsep hybrid dengan dua sesi pelaksanaan.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua waktu, yaitu sesi daring pada 14-17 Mei 2025 dan sesi luring pada 21-24 Mei 2025. Sesi daring memungkinkan peserta dari berbagai daerah untuk berpartisipasi tanpa harus hadir secara langsung, sementara sesi luring akan mempertemukan seluruh peserta dalam diskusi dan praktik langsung.

Dalam sambutannya, Sukardi Gau menekankan pentingnya literasi sejak dini bagi anak-anak serta peran cerita dalam membentuk karakter.

“Kita berharap melalui lokakarya ini dapat menghasilkan karya-karya berkualitas yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik bagi generasi mendatang,“ kata Sukardi.

Lokakarya Cerita Anak 2025 ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, penulis, dan praktisi pendidikan. Para peserta akan mendapatkan bimbingan terkait teknik menulis cerita anak, ilustrasi, serta strategi publikasi karya.

Selain memberikan wawasan kepada para penulis dan pendidik, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat budaya literasi di kalangan anak-anak Indonesia.

“Balai Bahasa Kalteng berharap hasil dari lokakarya ini dapat diterbitkan dan dibaca oleh generasi muda sebagai bagian dari upaya peningkatan minat baca,“ harap Sukardi. (TESTI PRISCILLA/j)