BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menganggarkan belanja modal atau apital expenditure/capex sebesar Rp510 miliar untuk tahun 2025. Dana ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional perseroan, dengan fokus utama pada pengembangan infrastruktur dan efisiensi operasional perkebunan.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono mengungkapkan bahwa anggaran tersebut diprioritaskan untuk keperluan fisik dan konstruksi yang mendukung kegiatan perusahaan. Salah satu aspek utama dalam pengalokasian dana adalah peningkatan infrastruktur, termasuk perbaikan fasilitas perumahan bagi karyawan dan pemanen yang berada di area perkebunan.
"Selain infrastruktur, SSMS juga menganggarkan capex untuk pembelian mekanisasi mesin dan pembaharuan alat produksi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas perkebunan, sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengoptimalkan kinerja dan daya saing industri," kata Hartono pada Kamis, 15 Mei 2025.
Hingga kuartal pertama tahun 2025, lanjutnya, realisasi anggaran mencapai Rp180 miliar dari total Rp510 miliar yang telah direncanakan. Informasi ini disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia atau BEI dengan menunjukkan progres investasi yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir.
SSMS menargetkan pertumbuhan kinerja sebesar 10 persen sepanjang tahun ini. Target tersebut didasarkan pada prediksi peningkatan industri minyak kelapa sawit nasional yang terus menunjukkan tren positif. Faktor lain yang mendukung pencapaian ini adalah strategi efisiensi biaya yang diterapkan oleh perusahaan.
--page
"Hal ini merupakan proyeksi realistis dan sejalan dengan tren industri kelapa sawit nasional serta strategi efisiensi yang kami lakukan," ujarnya.
Dengan investasi yang berkelanjutan, SSMS optimis dapat mencapai target pertumbuhan dan berkontribusi terhadap perkembangan sektor perkebunan di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/Y)









