PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK nasional terus mengalami peningkatan selama periode Februari 2023 hingga Februari 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, TPAK nasional pada Februari 2025 mencapai 70,60 persen, meningkat 0,80 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tren positif ini mencerminkan semakin banyaknya penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi.

Secara regional, Kalimantan Tengah mencatat pencapaian signifikan dengan menjadi provinsi dengan TPAK tertinggi kedua di Pulau Kalimantan pada Februari 2025, yakni sebesar 69,90 persen. Provinsi dengan TPAK tertinggi adalah Kalimantan Selatan yang mencapai 70,41 persen. Sementara itu, Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan TPAK terendah, yakni 66,40 persen.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan TPAK di Kalimantan Tengah sejalan dengan tren yang terjadi di beberapa provinsi lain di Pulau Kalimantan.

“Provinsi Kalimantan Tengah, bersama dengan Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, mengalami peningkatan TPAK pada Februari 2025. Peningkatan terbesar terjadi di Kalimantan Utara yang mencapai 4,67 persen poin,” ungkap Agnes pada Kamis, 15 Mei 2025.

Namun, di tengah peningkatan tersebut, Kalimantan Barat menjadi satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan TPAK. Provinsi ini mencatat penurunan sebesar 0,18 persen poin, sehingga pada Februari 2025 angka TPAK-nya menjadi 67,64 persen.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT nasional pada Februari 2025 mengalami penurunan sebesar 0,06 persen poin, sehingga berada di angka 4,76 persen.

Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi ketenagakerjaan di tingkat nasional, dengan lebih banyak tenaga kerja yang terserap dalam berbagai sektor.

“Kalimantan Tengah juga mencatat prestasi positif dalam hal TPT, dengan angka terendah dibandingkan provinsi lain di Kalimantan, yakni sebesar 3,47 persen,“ tutur Agnes.

Sementara itu, Kalimantan Timur memiliki nilai TPT tertinggi yang mencapai 5,33 persen. Agnes Widiastuti menambahkan bahwa tren ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja di Kalimantan Tengah semakin stabil, dengan semakin banyak penduduk yang mendapatkan pekerjaan.(TESTI PRISCILLA/H)