BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rody Iskandar, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar, Kamis, 15 Mei 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah stakeholder terkait, seperti Kepala Dinas P3AP2KB, Kepala Dinas Kesehatan Kobar, perwakilan BPOM Kobar, PPK, serta pihak-pihak terkait lainnya yang memiliki peran dalam upaya penurunan angka stunting di wilayah Kobar.
Dalam sambutannya, Sekda Rody Iskandar menegaskan pentingnya komitmen bersama dari seluruh pihak dalam mengatasi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan nasional, termasuk di Kobar. Ia menyampaikan bahwa saat ini pemerintah pusat menyerahkan sepenuhnya kepada daerah untuk melaksanakan langkah-langkah percepatan penanganan stunting.
"Ada beberapa hal penting yang dibahas tadi, salah satunya terkait 8 Aksi Konvergensi. Walaupun sekarang telah diserahkan ke daerah, kami di Kabupaten Kobar masih menganggap 8 aksi itu cocok dan relevan. Ini bisa kita jadikan sebagai bentuk kearifan lokal untuk dilanjutkan," kata Rody.
Ia juga menyampaikan bahwa satuan tugas (satgas) stunting sudah tidak lagi diberlakukan. Namun, tim pakar yang selama ini telah membantu seperti ahli gizi dan dokter spesialis sangat diharapkan perannya terus berlanjut di daerah.
“Selama ini kita didampingi oleh tim pakar, mulai dari ahli gizi hingga dokter spesialis yang mampu mengidentifikasi dan menentukan apakah seorang anak berisiko stunting atau sudah stunting. Walau sekarang pendampingan itu tidak lagi dari pusat, kita di daerah harus tetap siap dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Rody juga menekankan bahwa pencegahan dan penanganan stunting bukan hanya tugas pemerintah, melainkan menjadi tugas mulia semua elemen masyarakat. Ia berharap semua pihak tetap semangat dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
“Stunting bukan aib. Kalau ada anak stunting, kita upayakan agar mereka bisa keluar dari kondisi tersebut. Sasaran stunting itu menyerang otak, bisa menyebabkan kerusakan dan kecacatan otak. Maka dari itu, tugas kita sangat mulia, yakni mencegah dan menurunkan angka stunting agar jangan sampai terjadi,” tegasnya.
Ia pun berharap seluruh stakeholder di Kobar terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting.
“Kita harus tetap semangat dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting. Ini demi masa depan anak-anak kita di Kobar,” pungkasnya. (DANANG/H)
Sekda Kobar Buka Rakor TPPS, Tekankan Komitmen Bersama Tekan Angka Stunting
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







