TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paju Epat Kabupaten Barito Timur bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan berbagai elemen masyarakat dalam panen jagung komposit pakan ternak di Desa Murutuwu, Kamis, 15 Mei 2025.

Panen dilaksanakan di lahan milik Sundak seluas 1 hektare, yang menghasilkan 11,05 ton per hektare jagung tongkol dan 6,18 ton per hektare jagung pipil kering.

Metode tumpang monokultur yang diterapkan menunjukkan efektivitas dalam mengoptimalkan hasil pertanian, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak.

"Kami sangat mengapresiasi sinergi antara penyuluh pertanian, aparat keamanan, dan masyarakat dalam kegiatan ini. Ini bukti nyata bahwa ketahanan pangan tidak hanya urusan petani, tapi menjadi tanggung jawab bersama," ujar Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim di sela kegiatan.

Menurut Lukmanul, potensi pengembangan jagung komposit di wilayah Paju Epat masih sangat terbuka lebar. 

"Harga jagung pipil kering di tingkat petani saat ini Rp5.300 per kilogram, sementara jagung tongkol Rp3.100. Kami optimistis pasar tetap terbuka, mengingat kebutuhan jagung untuk pakan ternak cukup tinggi," katanya.

Salah satu pasar potensial yang disasar adalah Bartim Farm Indonesia di Kecamatan Paku yang memiliki populasi ayam petelur strain Isa Brown sebanyak 18.000 ekor. 

"Kebutuhan jagung di sana sangat besar, dan ini peluang bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan," tambah Lukmanul.

Kegiatan panen ini juga merupakan implementasi Surat Telegram Kapolda Kalteng Nomor ST/792/XI/KEP.11./2024 tentang penguatan ketahanan pangan dan manajemen citra Polri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Barito Timur bersama pejabat utama, jajaran Polsek Dusun Timur, serta perangkat desa dan stakeholder terkait.

Dengan semangat gotong royong, panen raya ini tak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antara masyarakat dan institusi negara dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)