SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan seluruh hewan kurban, termasuk sapi dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa, dalam kondisi sehat dan layak sesuai syariat Islam.

“Kita sudah mulai melakukan pendataan sejak awal bulan. Hewan-hewan kurban ini datang dari Sulawesi dan Jawa, kemudian kita cek secara umum dulu. Satu minggu sebelum hari H, baru dilakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi penampungan,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kotim Danik Ariyanti, Rabu, 15 Mei 2025.

Proses pemeriksaan meliputi pengecekan usia, kondisi fisik, dan kesehatan menyeluruh, termasuk bebas dari cacat fisik dan penyakit.

Salah satu fokus utama adalah agar hewan memenuhi syarat sah untuk dikurbankan, seperti tidak pincang, tidak buta, dan dalam kondisi bugar.

“Kambing misalnya, harus sesuai umurnya, tidak buta, tidak pincang, dan jika jantan maka testisnya harus lengkap. Selain itu, nafsu makan dan kondisi tubuh juga kami cek agar benar-benar sehat,” ujarnya. 

DPKP juga mewaspadai penyakit yang sering muncul seperti cacingan dan penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski tahun lalu ditemukan kasus PMK yang cukup signifikan, pihaknya optimistis jumlah kasus tahun ini bisa ditekan.

“Dari 100 ekor yang kami cek, biasanya hanya 5 sampai 10 ekor yang menunjukkan gejala penyakit. Itu pun masih bisa ditangani,” tambahnya.

Menjelang waktu penyembelihan, DPKP Kotim akan memberikan tanda atau label sehat pada hewan yang telah lolos pemeriksaan akhir. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi masyarakat dalam berkurban.

“Jika hewan tersebut tidak layak, maka tidak akan kami beri kalung sehat. Kami ingin memastikan masyarakat hanya mengurbankan hewan yang benar-benar sehat dan memenuhi kriteria,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)