BORNEONEWS, Kasongan - Kabupaten Katingan siap mendukung program pemerimtah pusat terkait sekolah rakyat.
Bahkan Pemkab Katingan sejauh ini telah menyiapkan areal untuk sarana dan prasarana pembangunan komplek sekolah rakyat tersebut. Hal ini dikatakan Bupati Katingan, Saiful, Kamis, 15 Mei 2025.
Saiful mengaku pada Rabu, 14 Mei 2025 kemarin, dirinya mengikuti audensi dengan Menteri Sosial RI membahas kesiapan penyelenggaraan sekolah rakyat tersebut.
Audiensi ini berlangsung di Gedung Utama Lantai II, Kantor Kementerian Sosial RI, Jakarta.
Bupati Katingan, Saiful didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Katingan.
Menurut Bupati, pogram sekolah rakyat merupakan program prioritas nasional yang menjadi amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bentuk komitme pemerintah dalam memberikan tiga berasrama yang layak dan terjangkau bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.
Bupati Saiful menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan telah melakukan evaluasi dan mengusulkan kembali lokasi penyelenggaraan sekolah rakyat di tempat baru yang telah dinyatakan clean and clear. Ini ssebagai langkah awal, Pemkab Katingan mendukung sekolah rakyat tersebut.
Usulan ini diperkuat dengan Surat Pengantar Bupati Katingan No: 400.9/326/Dinsos/IV/2025 dan Surat Bupati Katingan No: 400.9/327/Dinsos/2025 tentang Pembentukan Sekolah Rakyat yang Baru, serta dilampiri proposal lengkap dan dokumen pendukung lainnya.
“Mengingat waktu pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang sudah dekat, kami menyampaikan kesiapan daerah untuk segera melaksanakan tahapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, baik dari segi lokasi, SDM, maupun dukungan lintas sektor," kata Bupati.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan sinergi lintas sektor di daerah, Saiful berharap sekolah rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam menciptakan pemerataan pendidikan dan pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis nilai-nilai kebangsaan. (ABDUL GOFUR/j)









