BORNEONEWS, Palangka Raya - Penulis cerita anak ternama, Renny Yaniar, memberikan materi bertajuk Menulis Cerita Anak dalam Lokakarya Cerita Anak Dwibahasa 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah secara daring pada Kamis, 15 Mei 2025. Acara ini diikuti oleh 60 peserta dari berbagai daerah yang telah lolos seleksi awal dan mengikuti lokakarya secara daring sudah sejak kemarin hingga 17 Mei 2025 mendatang.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Renny Yaniar membagikan pengalaman dan teknik menulis cerita anak yang menarik dan edukatif. Ia menekankan pentingnya alur yang sederhana, karakter yang kuat, serta pesan moral yang mudah dipahami oleh anak-anak.
"Penulis harus memahami bagaimana bahasa dapat digunakan secara efektif dalam cerita dwibahasa agar tetap menarik bagi pembaca muda," kata Renny.
Lokakarya ini merupakan bagian dari upaya Balai Bahasa dalam mendorong literasi anak melalui cerita yang mengangkat kearifan lokal dalam dua bahasa. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Renny dan mendapatkan masukan atas karya mereka.
"Menulis cerita anak bukan sekadar menyusun kata-kata, tetapi juga membangun dunia yang bisa menginspirasi dan mendidik," ujar Renny dalam sesi tersebut.
Renny Yaniar dikenal sebagai penulis produktif di dunia literasi anak. Ia telah menulis lebih dari 134 buku cerita anak dan ratusan cerpen, dongeng, serta cergam yang telah dimuat di berbagai majalah.
Ia juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Anak-anak Mombi dan sebelumnya bergabung dengan Majalah Bobo selama bertahun-tahun. Karya-karyanya telah mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk Adikarya IKAPI untuk buku cerita anak Lautan Susu Cokelat.
Selain aktif menulis, Renny juga berkontribusi dalam dunia literasi dengan mendirikan Rumah Riang, sebuah inisiatif yang menerbitkan buku gratis untuk anak-anak yang kurang mampu. Dedikasinya dalam dunia literasi anak menjadikannya salah satu tokoh penting dalam pengembangan cerita anak di Indonesia.
Sebelumnya, Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau saat membuka kegiatan mengatakan bahwa dengan adanya lokakarya ini, diharapkan semakin banyak penulis yang mampu menciptakan cerita anak berkualitas, memperkaya dunia literasi, dan memperkuat budaya membaca sejak dini.
"Balai Bahasa berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna meningkatkan kualitas penulisan cerita anak di Indonesia," kata Sukardi.(TESTI PRISCILLA/j)









