PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan  Bun - Kondisi jalan di Perumahan Melati Permai, Jalan Tanjung Puting 2, RT 14, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, dikeluhkan warga lantaran tak kunjung diperbaiki sejak dihuni sekitar lebih dari 10 tahun lalu.

Menurut Adzim Umar, warga yang ditemui Borneonews pada Jumat, 16 Mei 2025, kerusakan jalan tersebut selalu berulang setiap kali hujan turun di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya.

"Sejak pertama kami menghuni perumahan ini, kerusakan jalan selalu menjadi masalah. Kami warga sudah sering melakukan kerja bakti, mulai dari membuat parit hingga menimbun jalan dengan pasir dan batu. Tapi itu hanya bertahan sebentar, setelah hujan deras, rusak lagi," ungkap Adzim Umar.

Ia menjelaskan, secara topografi, posisi Perumahan Melati Permai berada lebih rendah dibandingkan perumahan di depannya, yakni Perumahan Tanjung Puting. Hal ini membuat air hujan dari arah atas secara alami mengalir ke kawasan mereka.

"Air pasti mengarah ke sini karena posisi lebih rendah. Masalahnya, drainasenya tidak memadai. Kalau hujan deras, air menggenang sampai ke teras rumah warga," jelas Adzim Umar.

--page

Adzim Umar mengatakan bahwa kerusakan jalan semakin parah ketika hujan mengguyur pada Kamis sore. Aliran air yang deras mengikis bagian jalan yang sebelumnya sudah ditimbun warga secara swadaya.

"Waktu hujan kemarin, jalan kembali rusak. Semua upaya perbaikan yang kami lakukan sebelumnya jadi sia-sia," ujar Adzim Umar.

Adzim Umar menyebutkan beberapa tahun lalu warga sempat mengajukan permohonan ke Pemkab Kobar, hingga menyampaikan kondisi yang dialami pada DPRD Kobar serta pihak terkait lainnya agar dilakukan perbaikan jalan dan drainase. Namun saat itu, warga hanya mendapat jawaban bahwa anggaran tidak tersedia.

"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, baik desa, kecamatan maupun kabupaten. Masalah ini sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu aktivitas warga," harapnya. (WAHYU KRIDA/Y)