BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor akan menarik alat berat dari sejumlah kecamatan yang dinilai pemanfaatannya tidak maksimal. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan pada Juli 2025 mendatang.
Menurut Halikinnor, penyebaran alat berat sebelumnya ditujukan untuk mendukung pertanian dan irigasi di sejumlah kecamatan. Namun, kenyataannya, tidak semua wilayah mampu memanfaatkan alat berat tersebut secara optimal.
“Sebenarnya hanya sebagian kecamatan saja yang kita prioritaskan, tetapi muncul tuntutan dari kecamatan lain agar ada pemerataan. Setelah kita evaluasi, contohnya di Pulau Hanaut, pemanfaatannya tidak maksimal karena mobilisasi darat tidak memungkinkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika penggunaan alat berat tidak memberikan hasil yang diharapkan, maka Pemkab akan menarik kembali fasilitas tersebut ke tingkat kabupaten. Apalagi, saat ini alat berat juga dibutuhkan oleh Dinas SDABMBKPRKP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Kalau tidak maksimal, berarti tujuannya tidak tercapai. Sementara kita juga masih membutuhkan alat berat ini untuk SDABMBKPRKP dan Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.
--page
Meski demikian, Halikinnor mengapresiasi kecamatan-kecamatan yang sudah memanfaatkan alat berat secara optimal, terutama untuk keperluan irigasi.
“Sementara yang tidak maksimal yang ada di Pulau Hanaut itu yang saya tahu. Kalau yang lain ada yang sudah kondisi rusak. Tetapi kita evaluasi kalau memang masih dibutuhkan tetap tindak lanjut kalau tidak kita tarik ,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









