PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran mengancam akan menutup akses mobilisasi perusahaan yang tidak kooperatif terhadap perbaikan jalan rusak.

Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, yang membahas pengaturan lalu lintas angkutan hasil perkebunan, kehutanan, dan pertambangan khususnya di ruas Palangka Raya – Bukit Liti – Bawan – Kuala Kurun.

Gubernur menyoroti perusahaan swasta yang menggunakan jalur tersebut tanpa memberikan kontribusi dalam perbaikannya. Ia menilai hal ini menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan.

“Perusahaan yang menggunakan jalan ini juga harus bertanggung jawab. Jangan hanya memanfaatkan, tapi tidak mau ikut memperbaiki,” tegas Gubernur Agustiar Sabran di Palangka Raya, baru baru ini.

Pemerintah daerah, menurutnya, berada dalam posisi sulit karena sering menjadi sasaran kritik baik dari masyarakat maupun pemerintah pusat terkait kondisi jalan.

“Kami jadi bulan-bulanan, Gubernur pertama, Bupati kedua. Kalau di nasional, saya juga ditegur,” ujarnya. (HERMAWAN DP/H)