BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITM terus berkomitmen dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat lokal sebagai bagian dari strategi keberlanjutannya.
Melalui penerapan Good Mining Practices atau GMP, perusahaan tidak hanya memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, tetapi juga merancang proses penutupan tambang secara terencana dan berkelanjutan. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari aspek ekonomi maupun sosial.
Menurut Sustainable Development Head ITM, Ivan Manalu, perusahaan telah menggelar 151 kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat atau PPM sepanjang 2024, yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau TPB.
"Selain itu, peningkatan efektivitas tata kelola program dilakukan melalui pengembangan kerangka perencanaan terpadu berbasis SMART Goals serta transisi digitalisasi dalam proses persetujuan program, memastikan keberlanjutan dan transparansi dalam implementasi," kata Ivan saat menggelar FGD Materiality Survey ITM di Palangka Raya baru-baru ini.
Ivan juga mengungkapkan bahwa ITM telah berhasil melakukan pengukuran dampak agregat dengan rasio dampak sebesar 1:1,62, menunjukkan efektivitas program dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Evaluasi kinerja terhadap 16 program unggulan dalam Community Development (CD) juga menunjukkan hasil positif, dengan nilai konversi mencapai 87, mencerminkan meningkatnya keberhasilan program dalam menjawab kebutuhan masyarakat lokal.
"Salah satu keberhasilan terbesar adalah implementasi program unggulan pasca tambang, yaitu pengembangan pupuk bokashi di Desa Karang Rejo, site JBG. Program ini telah memberikan peningkatan agregat sebesar 1,56 pada lima aset utama masyarakat, dengan perubahan skala dari sebelumnya 2 (rendah) menjadi rata-rata 4 (baik)," terangnya.
Hasil ini membuktikan bahwa inisiatif pasca tambang yang dilakukan ITM memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan berbagai capaian tersebut, ITM berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Perusahaan menegaskan bahwa keberlanjutan industri pertambangan bukan hanya soal eksploitasi sumber daya, tetapi juga tanggung jawab sosial dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan. (TESTI PRISCILLA/H)









