PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya.

Hal ini disampaikannya dalam apel siaga penanggulangan bencana Karhutla bersama forum koordinasi pimpinan daerah pada Jumat lalu. Polda Kalteng menyadari tingginya risiko Karhutla di provinsi ini.

Data menunjukkan peningkatan signifikan kasus Karhutla di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, kebakaran di Kota Palangka Raya mencapai 30,71 hektare. Namun, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 8.506 titik api, 1.811 kejadian kebakaran, dan luas lahan terbakar mencapai 5.569,32 hektare.

Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, dan Kota Palangka Raya menjadi wilayah yang paling terdampak Karhutla di tahun 2023. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024, dengan 3.116 titik api (penurunan 59,38% dari tahun 2023).

Pada tahun 2024, Kota Palangka Raya mencatat 99 kasus Karhutla, sementara Kabupaten Katingan, Kapuas, dan Kotawaringin Timur memiliki titik api tertinggi.

Kapolda Iwan Kurniawan menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kerjasama semua pihak dalam mencegah Karhutla. Peningkatan jumlah titik api, meskipun menurun di 2024, tetap menjadi perhatian serius.

"Polda Kalteng telah mempersiapkan personel dan peralatan untuk menghadapi potensi Karhutla," ungkapnya, Jumat, 16 Mei 2025.

Irjen Pol Iwan Kurniawan juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian alam Kalimantan Tengah dan melindungi keselamatan bersama.

Pencegahan Karhutla menjadi prioritas utama, mengingat dampaknya yang luas terhadap lingkungan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.

"Polda Kalteng berharap dengan kesiapan yang matang dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, Kalimantan Tengah dapat terhindar dari bencana Karhutla di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/H)