TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprakirakan musim kemarau di Kabupaten Barito Timur akan dimulai pada dasarian kedua bulan Juni 2025 dan mencapai puncaknya pada bulan Agustus. 

Prakiraan ini disampaikan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Sanggu, Eko Bambang Minarto, yang juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Timur diprakirakan terjadi pada Juni dasarian kedua, dan akan berlangsung selama tiga hingga empat bulan,” ujar Eko, Jumat, 16 Mei 2025.

Meski curah hujan selama musim kemarau 2025 diperkirakan bersifat normal, Eko menekankan bahwa puncak musim kemarau yang jatuh pada bulan Agustus tetap perlu diantisipasi secara serius, terutama terkait potensi peningkatan kasus Karhutla.

Ia menyebut, saat inilah kondisi lahan menjadi sangat kering dan rawan terbakar, apalagi jika disertai angin kencang.

“Terkait dengan peningkatan Karhutla, yang perlu diwaspadai adalah pada saat puncak musim kemarau. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah dan menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar,” tegas Eko.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membakar lahan atau sampah di tengah musim kemarau bisa berdampak luas, tidak hanya terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan aktivitas sosial masyarakat.

Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan tetap aman dan terkendali.

Lebih lanjut, Eko menyarankan agar pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini. 

"Upaya mitigasi dini, termasuk sosialisasi bahaya Karhutla dan pemantauan titik-titik rawan kebakaran, sangat penting untuk mencegah bencana sejak dini," pesannya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)