BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menegaskan bahwa pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah 2025 harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial.
Ia menekankan, FBIM harus menjadi ajang melahirkan bibit-bibit unggul yang siap melestarikan budaya daerah.
“FBIM bukan hanya acara seremonial tahunan. Ini momentum penting untuk mengeluarkan potensi generasi muda, melestarikan budaya, dan menjaring talenta yang bisa membawa nama daerah hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Nenie, Jumat 16 Mei 2025.
Ia juga berharap kontingen Kota Palangka Raya dapat tampil optimal dan kembali meraih gelar juara umum di ajang bergengsi tersebut.
Selain meraih prestasi, tujuan utamanya adalah memastikan budaya lokal tetap hidup dan dicintai oleh generasi muda.
Nenie mengajak, seluruh masyarakat untuk mendukung para peserta dan terus menjaga warisan budaya yang menjadi identitas Kalimantan Tengah.
"Para peserta harus tampil maksimal dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Jangan curang, karena yang terpenting adalah menjaga marwah budaya kita,” tegas Nenie. (MARINI/H)









