BORNEONEWS, Palangka Raya - Stunting masih menjadi masalah serius dalam kesehatan anak di Indonesia. Untuk mengatasi persoalan ini, berbagai strategi pencegahan dan penanganan perlu diterapkan. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa langkah-langkah strategis sangat krusial dalam menanggulangi perawakan pendek pada anak usia 6-59 bulan.
Menurut laporan PASPI (2025) yang berjudul Stunting: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya, salah satu strategi utama adalah peningkatan kecukupan gizi. Anak-anak yang mengalami stunting biasanya kekurangan gizi mikro seperti vitamin A, zat besi, dan yodium.
“Oleh karena itu, konsumsi makanan bergizi seimbang serta pemberian suplemen gizi merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan,“ kata Eddy dalam rilisnya pada Jumat, 16 Mei 2025.
Selain kecukupan gizi, peningkatan kesehatan lingkungan juga menjadi faktor penentu dalam upaya ini. Lingkungan yang tidak sehat dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Oleh karena itu, BPDP menggarisbawahi pentingnya sanitasi dan akses terhadap air bersih agar anak-anak dapat tumbuh dengan optimal," katanya.
Edukasi dan penyuluhan juga memegang peranan penting. Menurut Eddy Abdurrahman, orang tua dan masyarakat perlu memahami pentingnya gizi yang cukup serta lingkungan yang sehat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Program sosialisasi dan penyuluhan di berbagai daerah perlu terus ditingkatkan agar informasi mengenai stunting lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
"Tak kalah penting, pemantauan pertumbuhan anak perlu dilakukan secara berkala. Pemantauan ini bisa dilakukan melalui layanan posyandu dan puskesmas, sehingga anak-anak yang mengalami kendala pertumbuhan dapat segera mendapatkan tindakan yang sesuai. Dengan pemantauan yang intensif, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan," jelasnya lagi.
Dengan berbagai strategi ini, BPDP berharap angka stunting di Indonesia dapat terus menurun.
"Kita harus bekerja sama dalam memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses gizi dan kesehatan lingkungan yang baik," ujar Eddy Abdurrahman.
Diharapkan, dengan kolaborasi semua pihak, generasi mendatang akan tumbuh lebih sehat dan kuat. (TESTI PRISCILLA/j)









