BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar kegiatan Pendalaman Materi Diagnostic Tools & Championship TP2DD 2025 bersama pemerintah daerah se-Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada 14 Mei 2025 di Kantor BI Kalteng.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis dalam pengisian evaluasi kinerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansyah Andrias menyampaikan, evaluasi kinerja TP2DD mencakup tiga aspek utama, yakni proses, output, dan outcome, yang menjadi tolok ukur keberhasilan implementasi digitalisasi di daerah.
“Kegiatan ini penting agar pelaporan kinerja TP2DD dari setiap daerah bisa semakin berkualitas, terukur, dan tepat sasaran,” ujarnya, Jumat, 17 Mei 2025.
Pendalaman materi ini juga katanya, dihadiri narasumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan panduan teknis serta berbagi best practice dalam mengisi diagnostic tools secara efektif," tambahnya.
BI Kalteng ujarnya mendorong agar TP2DD di setiap daerah mampu menyusun laporan kinerja dengan baik, sebagai upaya mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, termasuk layanan publik dan transaksi keuangan daerah. (MARINI/j)









