SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan telah memenuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam rangka pengusulan Program Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin.

"Kotim jelas mempunyai potensi untuk program sekolah rakyat ini, karena apa saja yang diperlukan sudah kita siapkan. Selain itu, angka kemiskinan di Kotim juga paling tinggi di Kalteng dan itu sejalan dengan tujuan dari program tersebut,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Jumat, 16 Mei 2025.

Lanjutnya, Kotim memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah pelaksana Program Sekolah Rakyat, karena telah memenuhi berbagai persyaratan. Termasuk penyediaan lahan seluas 5,9 hektare yang melebihi standar minimum dari Kemensos.

Sebelumnya, Irawati bersama perwakilan dari 11 kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah melakukan kunjungan ke Kemensos untuk menyampaikan komitmen perbaikan dan validasi data kemiskinan, serta kesiapan menjalankan program Sekolah Rakyat. Kotim, bersama Gunung Mas, Kapuas, dan Katingan menjadi empat kabupaten yang mengusulkan program tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Kemensos juga meminta agar pemerintah daerah menyediakan lokasi sementara untuk memulai kegiatan pembelajaran. Pemkab Kotim telah menunjuk Gedung Asrama Haji di kawasan Islamic Center Sampit sebagai lokasi sekolah rakyat sementara.

“Bupati sudah menentukan lokasi di Islamic Center karena dinilai paling representatif. Kami juga sudah mengecek kondisi gedungnya, dan 19 Mei saya akan kembali ke Kemensos untuk menyampaikan laporan dan video pengecekan lahan serta gedung,” tambahnya. 

Program Sekolah Rakyat ditargetkan menjangkau 100 lokasi di seluruh Indonesia pada 2025, dan saat ini sudah ada 65 kabupaten yang terdaftar. Untuk Kalimantan Tengah, hanya tersedia kuota tiga sekolah yang kini diperebutkan oleh 13 kabupaten dan satu kota.

Meskipun Kotim memiliki peluang besar, persaingan tetap terbuka. Kabupaten lain seperti Barito Timur juga menyatakan kesiapan meskipun belum termasuk pengusul awal.

Irawati menegaskan, Pemkab Kotim sangat berharap bisa menjadi bagian dari program ini karena manfaatnya yang besar bagi pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM di daerah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kotim memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 5,66 persen. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat mengakses pendidikan yang layak tanpa biaya.

“Mudah-mudahan di Kalimantan Tengah, Kotim yang mendapat program itu. Untuk pengumumannya insyaallah segera setelah semua persyaratan dan permintaan dari pusat kita selesaikan. Sebelum itu tim dari Kementerian PU akan ke sini untuk survei lahan,” pungkas Irawati. (DEWI PATMALASARI/j)