BORNEONEWS, Sampit – Program tanam jagung ketahanan pangan di Tajur Beras Estate, Desa Pemantang, Kecamatan Mentaya Hulu, Kalimantan Tengah, menuai hasil gemilang. Panen perdana yang dilaksanakan Jumat, 16 Mei 2025 pukul 08.00 WIB, menghasilkan 3.218 kg jagung dari lahan seluas 2,1 hektar.
"Kami bersyukur hari ini bisa melaksanakan panen jagung perdana dari Program Tanam Jagung," kata Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kapolsek Mentaya Hulu, Ipda Nor Ikhsan, Jumat, 16 Mei 2025.
Kegiatan panen jagung perdana tersebut selain dari Polsek Mentaya Hulu juga melibatkan unsur stakeholder Kecamatan Mentaya Hulu dan manajemen PT. AKPL.
Nor Ikhsan menyebutkan lahan seluas 2,1 hektare dari 12,5 hektare lahan di area eks landasan pacu pesawat (Air Strike) milik PT. AKPL dari Sinar Mas Group yang ditanami jagung tersebut menghasilkan sebanyak 2.218 kg jagung.
"Semoga dengan ini kita bisa mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, salah satu dari cita-cita Presiden RI. Tapi yang lebih penting dari kegiatan ini juga sebagai sarana silaturahmi dan kebersamaan antar stakeholder," ujarnya.
Ipda Nor Ikhsan menambahkan pemanenan perdana ini diharapkan dapat menggerakkan mitra ketahanan pangan untuk berkesinambungan dalam menanam jagung, demi mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional.
"Keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan di tingkat lokal dan nasional. Kami dan PT. AKPL juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," harapnya. (DEVIANA/j)









