BORNEONEWS, Sampit – Usaha ayam potong di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dihentikan sementara akibat protes warga terkait bau busuk dan limbah yang mencemari lingkungan.
“Penghentian ini kami lakukan untuk memberi kesempatan kepada pemilik usaha mempersiapkan lokasi baru yang lebih layak. Jangan sampai kegiatan usaha ini terus beroperasi di tengah keluhan masyarakat,” kata Camat Baamang Sufiansyah, Jumat, 16 Mei 2025.
Keputusan tersebut diambil setelah dirinya bersama sejumlah OPD terkait melakukan pengecekan lokasi peternakan ayam yang menjadi keluhan warga.
Keluhan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun sejak 2022. Kondisi bangunan tersebut dibuat seadanya dan septic tank merembes disebut tidak sesuai dengan standar usaha yang baik dan layak.
Saat hujan, limbah ayam potong kerap merembes ke pemukiman warga. Menyebabkan bau busuk menyebar dan memancing lalat bermunculan hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Camat Baamang memberikan tenggat waktu satu minggu kepada pemilik usaha untuk memindahkan lokasi. Jika tidak dipatuhi, maka akan ada sanksi tegas.
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya bahkan menyebutkan bahwa bau busuk sudah menjadi bagian dari keseharian mereka selama tiga tahun terakhir.
“Bau bangkai tikus tiga hari saja sudah bikin pusing, ini sudah bertahun-tahun. Kami benar-benar sudah tidak tahan,” keluhnya.
Penolakan warga terhadap keberadaan usaha ini juga telah disampaikan secara resmi melalui surat Lurah Baamang Barat, Arya Agus Wardhana, bernomor 20/PEMK2-Kel.BB/2025 tertanggal 7 Mei 2025. Surat itu merujuk pada hasil musyawarah warga setempat.
“Tidak ada yang melarang usaha, tapi harus mematuhi aturan dan tidak meresahkan warga sekitar,” kata Arya.
Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kotim, Sugeng Riyanto, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan warga dengan melibatkan instansi teknis seperti DLH dan DPMPTSP.
“Jika masih beroperasi selama masa penghentian, maka kami akan lakukan penyegelan dan pemasangan garis polisi. Ini bentuk ketegasan kami,” tandas Sugeng. (DEWI PATMALASARI/j)









