BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor kembali mendorong pengembangan Bandara Haji Asan Sampit dengan mengunjungi Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
"Langkah ini merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama Komisi V DPR RI dan pemerintah daerah se-Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada 14 April 2025, yang menetapkan Bandara H Asan Sampit sebagai salah satu infrastruktur prioritas yang mendesak untuk dikembangkan," kata Halikinnor, Sabtu, 17 Mei 2025.
Kedatangannya ke Dirjen Perhubungan Udara pada Jumat, 16 Mei 2025 didampingi sejumlah pejabat di antaranya Plt Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Rody Kamislam, Plt Kepala Dinas Perhubungan Raihansyah, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Rafiq Riswandi.
Rombongan diterima langsung oleh Capt Sigit Hani Hadiyanto, Direktur Keamanan Penerbangan, bersama jajaran pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Dalam pertemuan tersebut, Halikinnor menyampaikan, lahan untuk perpanjangan runway dan pembangunan gedung PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran) sudah dibebaskan dan disiapkan oleh Pemkab Kotim.
Lanjutnya, dirinya mengusulkan proposal agar Bandara H Asan Sampit bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Airbus 737-500. Untuk itu, pengembangan ini pihaknya memperkirakan estimasi anggaran sekitar Rp190 miliar. Proposal pengembangan tersebut juga telah disampaikan kepada Komisi V DPR RI.
Halikinnor mengatakan, Kemenhub mengapresiasi upaya Pemkab Kotim. Kemenhub menyebut, usulan pengembangan Bandara H Asan yang semula masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025 dengan alokasi sekitar Rp60 miliar, terpaksa tertunda karena pemangkasan anggaran dan kebijakan efisiensi.
Halikinnor tetap optimis dan berharap pemerintah pusat dapat memprioritaskan kembali program ini pada tahun berikutnya.
"Saya memohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kotawaringin Timur agar pengembangan bandara ini bisa segera terwujud demi menunjang pertumbuhan ekonomi dan konektivitas daerah," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









