BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami kenaikan jumlah pekerja terbesar dibandingkan tahun sebelumnya.
"Persentase pekerja di sektor tersebut meningkat sebesar 3,21 persen poin dibandingkan Februari 2024," kata Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Menurut Agnes, peningkatan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian semakin menjadi tumpuan bagi masyarakat dalam mencari mata pencaharian.
"Kenaikan ini cukup signifikan, mencerminkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi pilihan utama bagi penduduk Kalimantan Tengah," jelasnya.
Di sisi lain, penurunan jumlah pekerja terbesar terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian.
"Berdasarkan data yang sama, terjadi penurunan sebesar 1,49 persen poin dibandingkan Februari 2024," terang Agnes.
Penurunan ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti dinamika industri dan perubahan kebijakan.
Agnes menambahkan bahwa perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran minat dan kesempatan kerja di daerah tersebut.
"Masyarakat mulai melihat sektor lain yang lebih stabil dan berkelanjutan, terutama pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut," katanya.
Lebih lanjut, BPS Kalteng juga mencatat adanya peningkatan jumlah tenaga kerja secara keseluruhan, yang menandakan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
"Kami terus melakukan analisis agar bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tren tenaga kerja di Kalimantan Tengah," tambahnya.
Dengan perubahan ini, pemerintah dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mengoptimalkan sektor pertanian dan memberikan dukungan yang lebih besar bagi pekerja di lapangan usaha tersebut. Langkah strategis dalam peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekerja menjadi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/H)









