BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Iwan Kurniawan memaparkan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan jajaran Polres dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Strategi ini menekankan pendekatan yang komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga penegakan hukum, deteksi dini menjadi langkah awal yang krusial. Hal ini dilakukan melalui pemantauan titik panas (hotspot) menggunakan teknologi satelit dan patroli lapangan secara intensif.
"Pemetaan wilayah rawan karhutla dan penguatan sistem pelaporan cepat juga menjadi bagian penting dalam deteksi dini ini," katanya, Sabtu, 17 Mei 2025.
Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat merupakan kunci keberhasilan pencegahan karhutla. Upaya ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dan mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar. Peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya karhutla sangat penting.
Penguatan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran juga menjadi fokus utama. Pemanfaatan teknologi modern seperti drone dan modifikasi cuaca, serta pembangunan embung dan menara pantau, akan meningkatkan efektivitas pemadaman dan pencegahan.
Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi, menjadi langkah penting yang harus dilakukan secara konsisten. Tidak ada toleransi terhadap pelaku karhutla untuk memberikan efek jera dan melindungi lingkungan.
Seluruh upaya tersebut diperkuat dengan koordinasi melalui posko terpadu, pelatihan dan simulasi rutin bagi personel gabungan, serta keterlibatan dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat sebagai mitra strategis dalam perlindungan lingkungan.
"Kerja sama dan sinergi semua pihak sangat penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla," pungkasnya. (PATHUR/R)









