SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto menyoroti minimnya partisipasi daerah dalam Festival Budaya Isen Mulang Provinsi Kalimantan Tengah 2025 yang dinilai sebagai bukti belum konsistennya pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

“Yang pasti ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah dan DPRD belum konsisten memperjuangkan dan melestarikan budaya daerah. Karena alasan keterbatasan anggaran, kami dari Komisi III belum mampu memperjuangkan peningkatan anggaran untuk sektor ini,” kata Dadang, Sabtu, 17 Mei 2025.

Festival Budaya Isen Mulang merupakan ajang tahunan yang menampilkan ragam seni, budaya, dan permainan tradisional khas Kalimantan Tengah.

Tahun ini Kotim hanya mampu mengirimkan 50 kontingen, yang mengikuti lima cabang lomba, yaitu Bagasing, Lawang Sakepeng, Sepak Sawut, Balogo, dan Panginan Sungkup Simpan.

Menurut Dadang, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Komisi III DPRD Kotim yang membidangi sektor pariwisata. Pihaknya mengaku akan memperjuangkan peningkatan anggaran untuk sektor kebudayaan dan pariwisata, baik di APBD Perubahan 2025 maupun APBD Murni 2026.

“Kami akan berjuang penuh agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Insya Allah, untuk APBD Perubahan dan APBD Murni 2026 nanti, kami dorong agar alokasi anggaran kebudayaan ditingkatkan secara signifikan,” ujarnya.

Dadang mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk memandang kebudayaan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun identitas dan kebanggaan daerah, bukan hanya sebagai pelengkap agenda seremoni.

“Pelestarian budaya bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini bagian dari jati diri kita sebagai daerah yang kaya tradisi. Jangan sampai karena keterbatasan anggaran, kita kehilangan momentum regenerasi budaya,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)