BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap pemerintah pusat merealisasikan dukungannya dalam mengembangkan Bandara Haji Asan.
"Belum lama ini kami bersama Bupati Kotim Halikinnor kembali menyambangi kantor Kementerian Perhubungan untuk memperjuangkan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit agar mendapat bantuan dari pemerintah pusat, " kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, Sabtu, 18 Mei 2025.
Ia mengungkapkan kunjungan tersebut bentuk komitmen daerah mendorong agar pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan segera merealisasikan dukungannya dalam mengembangkan Bandara Haji Asan.
Dia mengungkapkan dalam pertemuan itu Bupati Halikinnor menyampaikan berbagai perkembangan langkah yang diambil pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan Bandara Haji Asan Sampit.
Beberapa informasi penting yang disampaikan yaitu berkaitan dengan perluasan Bandara Haji Asan Sampit, yakni bahwa pembebasan lahan perpanjangan runway atau landasan pacu dan gedung baru untuk pemadam kebakaran, sudah diselesaikan oleh pemerintah daerah.
"Pak bup menyampaikan proposal pengembangan Bandara Haji Asan Sampit agar bisa didarati pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 737-500. Program ini diperkirakan bisa menghabiskan biaya sekitar Rp190 miliar," ungkapnya.
Proposal tersebut juga sudah disampaikan ke komisi V DPR-RI dan akan disampaikan juga ke Bappenas. Harapannya usulan ini bisa diterima dan segera direalisasikan.
"Kita memohon dukungan dan doa seluruh masyarakat Kotawaringin Timur agar ini bisa terwujud," harapnya.
Ia menambahkan berdasarkan hasil pertemuan pihak Direktorat Perhubungan Udara menyampaikan bahwa awalnya, pada 2025 usulan tersebut sudah masuk dalam RKA Kementerian Perhubungan dengan alokasi sekitar Rp60 miliar.
Namun rencana itu ditunda akibat efisiensi, dan terkena pemangkasan anggaran. "Kementerian Perhubungan berkomitmen pada 2026 nanti akan memerhatikan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit," imbuhnya.
Ia berharap komitmen itu bisa benar-benar terwujud sehingga berdampak positif terhadap perekonomian masalah Kotawaringin Timur.
"Sebenarnya banyak pesawat yang berminat masuk ke Sampit namun dari segi panjang landasan kurang memadai. Bapak Dirjen berjanji akan memperjuangkan hal ini sesuai dengan kewenangannya," tutup Raihansyah yang juga kepala DPMD Kotim. (DEVIANA/R)









