PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memberikan dukungan terhadap pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit untuk produksi biochar, sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan petani sawit.

Sebanyak 100 petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspekpir telah mempraktikkan langsung pembuatan biochar dalam kegiatan yang berlangsung di KUD Karya Sembada, Desa Batang Tindih, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu, 14 Mei 2025.

Analis Divisi UKMK BPDP, Anwar Sadat, mengapresiasi langkah ini karena sejalan dengan misi BPDP dalam menciptakan peluang usaha bagi para petani sawit.

Anwar Sadat menegaskan bahwa pemanfaatan biochar tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan tetapi juga memiliki potensi ekonomi bagi para petani.

"Harapan saya para peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mengaplikasikannya di kebun sawitnya. Apalagi tandan kosong sawit yang menjadi bahan bakunya banyak tersedia," kata Anwar dalam rilisnya pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Menurutnya, tahap awal biochar dapat dimanfaatkan sendiri oleh petani, dan jika produksinya meningkat, hasilnya dapat dipasarkan melalui UMKM atau Koperasi Petani.

Selain menjadi solusi bagi pengelolaan limbah kelapa sawit, pemanfaatan biochar juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan kemandirian bangsa dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.

"BPDP berharap dengan semakin banyak petani yang menerapkan praktik ini, sektor perkebunan sawit dapat semakin mendukung prinsip keberlanjutan," katanya.

Anwar Sadat juga menekankan bahwa praktik pembuatan biochar mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan ekonomi hijau yang selaras dengan lingkungan dan alam.

Dengan teknologi biochar, petani sawit di Indonesia diharapkan semakin mandiri dalam mengelola hasil perkebunan mereka serta menciptakan nilai tambah dari produk yang selama ini dianggap sebagai limbah.  

"BPDP terus berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada petani dalam pengembangan biochar agar dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan," tutur Anwar.

Dukungan ini juga mencakup edukasi dan pelatihan bagi petani agar mereka memahami manfaat biochar serta cara efektif dalam produksinya.

"Jika pemanfaatan biochar semakin meluas, tidak hanya sektor pertanian yang mendapat manfaat, tetapi juga lingkungan dan perekonomian nasional. Dengan inisiatif ini, BPDP berharap ekosistem perkebunan sawit dapat semakin maju dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani serta keberlanjutan lingkungan," jelasnya.(TESTI PRISCILLA/R)