BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelestarian bahasa daerah semakin mendapat perhatian melalui kegiatan Bimbingan Teknis atau Bimtek Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah atau RBD yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Kota Palangka Raya dan diikuti oleh 66 peserta dari empat kabupaten yakni Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Balai Bahasa Kalteng, Sukardi Gau, menegaskan pentingnya upaya revitalisasi bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
"Tanpa langkah konkret, bahasa daerah berpotensi semakin terpinggirkan dan bahkan terancam punah. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, sangat diperlukan untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah," kata Sukardi dalam rilisnya pada Minggu, 18 Mei 2025.
Menurut Sukardi, salah satu cara efektif dalam menjaga bahasa daerah tetap hidup adalah melalui pendidikan.
"Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari penguatan materi pembelajaran dalam upaya revitalisasi bahasa daerah. Para guru utama yang hadir diharapkan mampu meneruskan pengetahuan ini kepada siswa-siswinya melalui kegiatan pengimbasan," ujarnya.
Dengan demikian, bahasa daerah dapat terus digunakan dan diwariskan kepada generasi muda.
Selama Bimtek, para Guru Utama mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan strategi pembelajaran bahasa daerah di lingkungan sekolah. Mereka diajarkan cara mengembangkan metode pengajaran yang menarik dan relevan agar bahasa daerah tetap digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, mereka juga didorong untuk berinovasi dalam menciptakan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa dan daerah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung revitalisasi bahasa daerah. Dengan adanya pelatihan bagi guru utama, diharapkan muncul lebih banyak inisiatif di sekolah-sekolah untuk mengintegrasikan bahasa daerah dalam kegiatan belajar mengajar.
Semangat Revitalisasi Bahasa Daerah 2025 yang digaungkan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah semakin menguatkan komitmen bersama untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.
"Dengan keterlibatan aktif guru dan masyarakat, bahasa daerah diharapkan dapat terus berkembang dan tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









