BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Upaya ini meliputi langkah-langkah pencegahan hingga penanganan jika terjadi kebakaran. Wali Kota menekankan pentingnya langkah proaktif untuk melindungi lingkungan dan keselamatan warga Palangka Raya.
Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya akan meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi, TNI, Polri, dan masyarakat.
"Kerjasama yang solid sangat krusial untuk efektivitas pencegahan dan penanggulangan Karhutla, sistem peringatan dini dan respon cepat akan menjadi fokus utama," katanya, Minggu, 18 Mei 2025.
Selain koordinasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Petugas pemadam kebakaran dan relawan akan diberikan pelatihan dan pembekalan untuk meningkatkan kemampuan dalam menangani Karhutla.
Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga akan digencarkan, ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla, misalnya dengan tidak membakar lahan dan hutan secara sembarangan.
Pemko Palangka Raya juga akan memanfaatkan teknologi untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Sistem pemantauan berbasis teknologi seperti aplikasi perisai BPBD Palangka Raya akan dimaksimalkan untuk mendeteksi dini titik api dan mempercepat respon tim pemadam kebakaran.
Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah strategis tersebut, Fairid optimistis Palangka Raya dapat lebih siap menghadapi ancaman Karhutla dan meminimalisir dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
"Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)









