PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menulis puisi bukan hanya sekadar ekspresi seni, tetapi juga bagian dari penguatan karakter dan kepercayaan diri. Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam sesi Bimbingan Teknis atau Bimtek Guru Utama Tahap 2 RBD yang digelar Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah di Hotel Fovere pada 13—16 Mei 2025 kemarin.

Dalam sesi tersebut, peserta yang terdiri dari guru-guru dari berbagai daerah, termasuk Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, dan Gunung Mas, diajak untuk memahami bahwa puisi bukanlah ranah eksklusif bagi penyair.

"Setiap individu yang memiliki perasaan, pengalaman, dan pemikiran mampu menciptakan puisi sebagai bagian dari ekspresi diri," kata Praktisi Bahasa Indonesia dan Daerah, Lukman Juhara yang menjadi salah seorang pembicara dalam kegiatan tersebut dalam keterangannya pada Minggu, 18 Mei 2025.

Kepercayaan diri dalam menulis menjadi aspek yang perlu dikembangkan, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi guru. Dengan memahami bahwa setiap orang berhak menulis dan berkreasi, para peserta didorong untuk membebaskan diri dari rasa takut dalam menghasilkan karya sastra.

"Lebih jauh, menulis puisi dapat menjadi sarana peningkatan kompetensi berbahasa secara kreatif," katanya.

Peserta Bimtek diajak untuk tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia, tetapi juga memanfaatkan bahasa daerah sebagai bagian dari pelestarian kebudayaan lokal yang semakin tergerus oleh zaman.

"Revitalisasi bahasa daerah melalui puisi menjadi langkah nyata untuk menjaga eksistensi bahasa dan sastra daerah. Dengan semakin banyak orang menulis dan membaca puisi, kebudayaan lokal dapat terus berkembang dan terhindar dari kepunahan," tutur Guru Bahasa Indonesia di SMAN 5 Palangka Raya ini.

Ajakan untuk berproses secara kreatif dan inspiratif menjadi penutup dalam sesi tersebut. Semua peserta diharapkan bisa menjadikan berbagai fenomena di sekitar sebagai sumber inspirasi dalam berkarya dan terus mengembangkan kemampuan berbahasa melalui sastra. (TESTI PRISCILLA/j)