BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Arton S Dohong, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beralih ke transaksi nontunai atau cashless dengan memanfaatkan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di daerah, arton menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendorong kemajuan ekonomi digital.
Penggunaan QRIS, menurutnya, bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan sistem transaksi yang lebih efisien, transparan, dan aman. Sistem ini juga dinilai lebih praktis dan mudah diakses oleh semua kalangan.
“Mari kita dukung bersama kemajuan ekonomi digital di Kalteng. Gunakan QRIS untuk transaksi sehari-hari ini akan mempermudah kita semua dan sekaligus berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah,” ajak Arton, Senin, 19 Mei 2025.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan QRIS, diharapkan akan semakin banyak pula pelaku usaha, khususnya UMKM, yang terintegrasi dalam ekosistem ekonomi digital. Hal ini akan meningkatkan daya saing mereka dan memperluas akses pasar.
Selain itu, penggunaan QRIS juga akan mengurangi risiko pencurian dan kejahatan yang seringkali terjadi pada transaksi tunai.
"Transaksi yang tercatat secara digital juga akan mempermudah pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan keuangan daerah," pungkasnya. (PATHUR/j)









