BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama penahan inflasi pada bulan April 2025 adalah stabilnya kondisi cuaca, khususnya curah hujan yang mendukung produktivitas sektor hortikultura.
Menurut Yuliansah, stabilnya cuaca telah berdampak positif terhadap ketersediaan pasokan sayur dan buah di pasar lokal, sehingga harga-harga komoditas tersebut relatif terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Curah hujan yang mulai stabil sejak Maret memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian, khususnya hortikultura. Produksi meningkat dan distribusi lancar, ini membantu menahan tekanan inflasi di bulan April,” ujar Yuliansah, Senin, 19 Mei 2025.
Ia menjelaskan bahwa komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang yang sebelumnya rentan mengalami fluktuasi harga akibat gangguan cuaca, kini mulai menunjukkan kestabilan. Hal ini sekaligus mencerminkan pentingnya ketahanan sektor pertanian dalam menjaga kestabilan harga di daerah.
Bank Indonesia, lanjutnya, terus melakukan pemantauan terhadap dinamika inflasi dan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Kami akan terus bersinergi dalam pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan langkah-langkah strategis seperti penguatan distribusi, subsidi ongkos angkut, dan pengendalian pasokan,” jelasnya.
Yuliansah menambahkan, BI Kalteng juga mendorong penguatan data dan sistem peringatan dini sebagai antisipasi terhadap potensi tekanan inflasi yang bersumber dari cuaca ekstrem di masa mendatang. (MARINI/j)









