BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Owner Citra Borneo Indah (CBI) Group H Abdul Rasyid AS menegaskan bahwa penyaluran hewan kurban yang dilakukan setiap tahun menjelang Idul Adha merupakan bentuk komitmen dan kepedulian nyata kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar kebun.
Hal itu disampaikan usai prosesi penyaluran hewan kurban keluarga H Abdul Rasyid AS - Hj Nuriyah bersama PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk, di Sulung Ranch, Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin, 19 Mei 2025.
“Kurban ini selalu kita salurkan setiap tahun, dan selalu tepat waktu, sama halnya seperti gajian dan zakat,” jelas H Abdul Rasyid AS,
H Abdul Rasyid AS menegaskan bahwa dalam proses penyaluran hewan kurban, warga di sekitar kebun selalu menjadi prioritas utama. Menurutnya, hal ini adalah bentuk nyata kepedulian putra daerah terhadap masyarakat sekitar.
“Pada para Kades, mohon bisa disampaikan pada masyarakat, ini bentuk kepedulian putra daerah pada masyarakat. Usaha ini juga tolong dijaga. Ini bukan hanya milik saya saja, tapi juga bagi masyarakat, terutama sekitar kebun,” jelas H Abdul Rasyid AS
H Abdul Rasyid AS kemudian mengenang awal kedatangannya berpuluh tahun lalu ke Desa Sulung yang saat itu nyaris sepi dan banyak ditinggalkan warganya.
“Misalnya awal dulu saya datang, desa ini sudah sangat sepi dan banyak ditinggalkan warga untuk mencari pekerjaan di kota. Namun sekarang, kondisinya sudah sangat berbeda. Karena masyarakat desa ini bekerja di kebun sawit miliknya sendiri dan ada yang bekerja di perusahaan kami. Sehingga, kehadiran perusahaan jangan dibenci. Namun bagaimana berkolaborasi dan bekerja sama agar kedua belah pihak mendapatkan keuntungan dan peningkatan taraf perekonomian,” jelas H Abdul Rasyid AS
H Abdul Rasyid AS mengajak pihak desa untuk memanfaatkan potensi yang ada demi pembangunan dan kemajuan desa, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Pihak desa bisa memanfaatkan perusahaan untuk saling bekerja sama demi pembangunan desa, agar kehidupan warga bisa semakin maju. Perusahaan yang ada dimanfaatkan untuk menjual hasil panen sawit dari kebun yang dikelola secara mandiri. Jangan bawa orang luar yang hanya berkeinginan merusak perusahaan dan pembangunan desa atau daerah kita,” jelas H Abdul Rasyid AS.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat, H Abdul Rasyid AS juga menyampaikan bahwa pihaknya memberikan pinjaman tanpa bunga kepada masyarakat yang ingin berkebun sawit secara mandiri.
“Masyarakat sekitar kebun yang berniat berkebun sawit juga kami beri pinjaman yang bisa dibayar tahun keempat setelah kebun bisa panen. Pinjaman itu tanpa bunga. Mana ada lembaga keuangan lain yang memberikan pinjaman tanpa bunga? Namun kami berikan itu pada masyarakat sekitar kebun,” jelas H Abdul Rasyid AS.
H Abdul Rasyid AS menegaskan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari tanggung jawab sosial sebagai putra daerah, agar masyarakat sekitar kebun juga bisa sejahtera.
“Lahan jangan dijual lagi, berkebunlah secara mandiri, hasilnya bisa dijual ke perusahaan. Masyarakat juga berhak sekolah tanpa membayar di sekolah kebun kami, mulai dari TK hingga SMK,” jelas H Abdul Rasyid AS.
H Abdul Rasyid AS juga meminta masyarakat untuk membandingkan keberadaan perusahaannya dengan perusahaan lain di wilayah Kobar maupun Kalteng.
“Silakan bandingkan dengan perusahaan lain yang ada di Kabupaten Kobar atau di Kalteng. Apakah ada yang membangun sekolah bagi warga sekitar kebunnya dari TK hingga SMK,” pungkas H Abdul Rasyid AS. (WAHYU KRIDA/H)









