BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengimbau para pelaku usaha, khususnya warga Kota Palangka Raya, untuk memperhatikan kualitas dan keamanan produk olahan makanan atau minuman yang dijual dalam gelaran Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025.
Menurut Nenie, momentum FBIM yang menjadi ajang promosi budaya dan ekonomi lokal harus dimanfaatkan dengan baik, termasuk dalam memperkenalkan produk makanan dan minuman olahan khas daerah yang aman dan layak konsumsi.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha yang terlibat dalam FBIM 2025 agar menjual produk dengan kualitas terbaik serta memperhatikan aspek higienitas dan keamanan bahan makanan. Ini penting demi menjaga kepercayaan masyarakat dan wisatawan,” ujarnya, Senin, 19 Maret 2025.
Nenie menekankan bahwa pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dijual di area festival juga merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.
Dengan begitu, citra positif Palangka Raya sebagai tuan rumah acara budaya tahunan ini dapat terus terjaga. “Jangan sampai karena kelalaian kecil seperti kebersihan atau penggunaan bahan yang tidak layak, justru mencoreng nama baik daerah. FBIM adalah etalase Kalimantan Tengah, maka semua pihak harus berkontribusi menjaga kualitasnya,” tambahnya.
--page
Ia juga mendorong dinas terkait untuk melakukan edukasi dan pendampingan terhadap pelaku UMKM, terutama yang baru pertama kali berpartisipasi dalam ajang tersebut. (MARINI/Y)









