SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 295 pelajar SMA, MA, dan SMK dari 27 sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, beradu kreativitas dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kabupaten.  Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Madrasah Aliyah (MA) Negeri Kotawaringin Timur, Jalan Jenderal Sudirman, Sampit ini, diikuti peserta dari berbagai kecamatan, termasuk daerah terpencil seperti Mentaya Hulu.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan Kotim, Prapti Budi Astuti, berharap FLS3N dapat melahirkan bibit unggul dari Kotim yang mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.

"Mudahan melalui kegiatan ini muncul bibit unggul dari Kotawaringin Timur yang mampu bersaing di tingkat provinsi, bahkan nasional yang akan menjadi duta budaya," ungkap Prapti saat pembukaan acara, Senin, 19 Mei 2025.

Sebanyak 15 cabang lomba dipertandingkan, meliputi baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, film pendek, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kreativitas musik tradisional, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, monolog, menyanyi solo (putra-putri), dan tari kreasi.  Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring bakat seni dan budaya, serta mendorong pelestarian budaya daerah.

"Melalui kegiatan ini, budaya kita bisa lebih kita angkat. Tahun depan peserta diharapkan lebih banyak," tambah Prapti.

--page

Kepala MAN Kotawaringin Timur, Jainuddin, menyampaikan apresiasinya atas dukungan semua pihak dalam terselenggaranya FLS3N. 

"Saya berharap kegiatan ini akan menghasilkan bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Kotim di kancah provinsi dan nasional," harapnya. 

Sementara Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kotim, Nur Widiantoro, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya FLS3N dan mendorong partisipasi aktif sekolah swasta agar persaingan semakin kompetitif.  

"Kegiatan ini juga untuk mengembangkan bakat seni dan sastra para siswa. Kegiatan seperti ini untuk menggali dan mengembangkan," tutup Nur Widiantoro. (DEVIANA/Y)