BORNEONEWS, Palangka Raya – Dalam rangka memeriahkan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2025, Museum Balanga Palangka Raya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan lomba tradisional yang menarik perhatian, yakni Lomba Balago dan Sukup Simpan.
Balago merupakan permainan tradisional khas masyarakat Kalimantan Tengah yang mengandalkan kekuatan, ketangkasan, dan strategi tim. Sementara Sukup Simpan adalah perlombaan mengolah makanan berbahan dasar alam yang berasal dari kekayaan hayati Kalimantan Tengah.
Kedua lomba ini diikuti oleh perwakilan dari 13 kabupaten dan 1 kota se-Kalimantan Tengah. Para peserta umumnya merupakan juara dari lomba serupa di tingkat kabupaten yang kemudian dikirimkan ke provinsi untuk mewakili daerahnya dalam kompetisi tingkat lebih tinggi.
Meski sama-sama bernuansa tradisional, kedua lomba ini memiliki peraturan yang berbeda. Pada lomba Balago, kompetisi berlangsung selama 15 menit per babak bagi tim pertama. Waktu bisa lebih singkat untuk tim lawan apabila berhasil mencetak skor lebih tinggi dalam waktu yang tersedia. Tiga tim dengan skor tertinggi akan keluar sebagai pemenang.
Sementara itu, Sukup Simpan melibatkan proses yang lebih panjang karena berfokus pada kreativitas dan kerapian dalam mengolah hidangan. Peserta harus melalui tahapan persiapan hingga penyajian akhir. Enam peserta terbaik akan dinilai sebagai pemenang berdasarkan kriteria rasa, penyajian, serta penggunaan bahan-bahan lokal.
--page
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenang kembali kekayaan budaya daerah, tetapi juga diharapkan semakin mencintai dan melestarikan warisan tradisi yang ada. FBIM 2025 pun menjadi panggung penting dalam menjaga identitas budaya Kalimantan Tengah di tengah arus modernisasi. (YUNISA/Y)









